Catatan Popular

Jumaat, 1 Februari 2013


Keris Di Dasar Laut Jepun


 Jika dilihat kepada kukuh dan utuhnya besi keris purba yang dijumpai setelah terendam ratusan atau mungkin ribuan tahun di dasar lautan itu seperti dalam gambar di atas,dapatlah kita simpulkan bahawa keris itu bukanlah sembarangan keris. Kalau tidak masakan ia masih dalam keadaan baik,tidak berkarat atau sudah hancur lebur dalam air laut masin itu!

Teliti baik-baik keris di atas, ia ber-luk sembilan, sudah tentu ia adalah sebilah keris kebesaran! Kalau keris untuk bertikam sudah tentu keris itu ber-luk tujuh. Biasanya orang besar dulu-dulu seperti sultan atau pembesar negeri selalu membawa dua bilah keris- satu untuk bertikam atau melindungi diri dan satu lagi untuk menunjukkan pangkat kebesaran mereka.Keris ber-luk tujuh diselit di pinggang, manakala yang ber-luk sembilan dibawa di tangan atau diusung dengan penuh kehormatan mengiringi perjalanan mereka!lihat majlis pertabalan raja-raja di Negara kita!

Saya tidak pasti keris Taming Sari itu ber-luk tujuh atau ber-luk sembilan.Mungkin para pembaca semua boleh menolong saya dengan memberi komen disini.

Manusia dan besi tidak boleh dipisahkan.Allah telah menurunkan satu surah di dalam Al-Qur an khas berkaitan dengan besi iaitu Surah al- Hadid (besi).Besi adalah kurniaan Allah yang merupakan pokok kekuatan untuk membela agama Allah dan memenuhi keperluan hidup manusia.


“..Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia,(supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong(agama)Nya dan rasul-rasulNya padahal Allah tidak dilihatnya.Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha Perkasa”

Surah Al-hadid, ayat 25.


Sejarah meriwayatkan Nabi Daud a.s telah diberi mukjizat oleh Allah swt berupa kemahiran pertukangan besi ,membuat baju besi dan senjata .Besi juga boleh menjadi cair di tangan baginda!Mungkin baginda juga mahir dalam teknik yang dikenali dewasa ini sebagai teknik Orichalcum iaitu mencampurkan alloy kedalam campuran besi untuk membentuk besi teguh .


'Orichalcum' merupakan istilah latin untuk peleburan logam(pencampuran pelbagai logam untuk menghasilkan logam yg sgt keras & utuh (contohnya alloy,krom dan sebagainya).Mengikut teknik terkini, campuran logam tersebut harus dibuat oleh ahli yang pakar dalam bidang kimia di mana juzuk-juzuk atau jenis-juzuk besi yang hendak dicampur mestilah sesuai. Jika tidak, besi yang dicampur itu akan rapuh , hancur dan tidak tahan lama.


Contoh besi yang terhasil dari teknik ini ialah keris picit atau lebih dikenali dengan “Jawa Picit” menghasilkan besi campuran alloy keris yang biasanya berwarna hitam, keras dan mampu bertahan hingga ribuan tahun.Jika di teliti betul-betul jawa picit yang asli,kita boleh melihat bekas-bekas urat jari tangan si empu keris melekat di keris yang ditempa oleh mereka.Ada juga pendapat yang mengatakan jawa picit dihasilkan ketika seseorang melakukan upacara bertapa .


Gambar dibawah ini ialah sebilah “Jawa Picit” milik peribadi saya(sebagai contoh sahaja) yang saya warisi dari keturunan sebelah ibu saya.Saya tidak pasti adakah ia “Jawa Picit” tulen berumur ratusan tahun atau sebaliknya.Mungkin saudara pembaca semua yang mahir dalam bab besi boleh membantu saya dengan memberi komen di sini.
 [Mengenai keris ini, banyak yang menyangsikan apakah sejak awalnya memang telah diletakkan di tengah lubang stupa induk Candi Borobudur. Barnet Kempres sendiri menduga keris itu diletakkan oleh seseorang pada masa-masa kemudian, jauh hari setelah Candi Borobudur selesai dibangun. Jadi bukan pada waktu pembangunannya.

Ada pula yang menduga, budaya keris sudah berkembang sejak menjelang tahun 1.000 Masehi. Pendapat ini didasarkan atas laporan seeorang musafir Cina pada tahun 922 Masehi. Jadi laporan itu dibuat kira-kira zaman Kahuripan berkembang di tepian Kali Brantas, Jawa Timur. Menurut laporan itu, ada seseorang Maharaja Jawa menghadiahkan kepada Kaisar Tiongkok "a short swords with hilts of rhinoceros horn or gold (pedang pendek dengan hulu terbuat dari dari cula badak atau emas). Bisa jadi pedang pendek yang dimaksuddalam laporan itu adalah protoptipe keris seperti yang tergambar pada relief Candi Borobudur dan Prambanan.

Sebilah keris yang ditandai dengan angka tahun pada bilahnya, dimiliki oleh seorang Belanda bernama Knaud di Batavia (pada zaman Belanda dulu). Pada bilah keris itu selain terdapat gamabar timbul wayang, juga berangka tahun Saka 1264, atau 1324 Masehi. Jadi kira-kira sezaman dengan saat pembangunan Candi Penataran di dekat kota Blitar, Jawa Timur. Pada candi ini memang terdapat patung raksasa Kala yang menyandang keris pendek lurus.

Gambar yang jelas mengenai keris dijumpai pada sebuah patung siwa yang berasal dari zaman Kerajaan Singasari, pada abad ke-14. Digambarkan dengan Dewa Siwa sedang memegang keris panjang di tangan kanannya. Jelas ini bukan tiruan patung Dewa Siwa dari India, karena di India tak pernah ditemui adanya patung Siwa memegang keris. Patung itu kini tersimpan di Museum Leiden, Belanda.

Pada zaman-zaman berikutnya, makin banyak candi yang dibangun di Jawa Timur, yang memiliki gambaran keris pada dinding reliefnya. Misalnya pada Candi Jago atau Candi Jajagu, yang dibangun tahun 1268 Masehi. Di candi itu terdapat relief yang menggambarkan Pandawa (tokoh wayang) sedang bermain dadu. Punakawan yang terlukis di belakangnya digambarkan sedang membawa keris.

Begitu pula pada candi yang terdapat di Tegalwangi, Pare, dekat Kediri, dan Candi Panataran. Pada kedua candi itu tergambar relief tokoh-tokoh yang memegang keris. Cerita mengenai keris yang lebih jelas dapat dibaca dari laporan seorang musafir Cina bernama Ma Huan. Dalam laporannya Yingyai Sheng-lan di tahun 1416 Masehi ia menuliskan pengalamannya sewaktu mengunjungi Kerajaan Majapahit. Ketika itu ia datang bersama rombongan Laksamana Cheng-ho atas perintah Kaisar Yen Tsung dari dinasti Ming.

Di Majapahit, Ma Huan menyaksikan bahwa hampir semua lelaki di negeri itu memakai pulak, sejak masih kanak-kanak, bahkan sejak berumur tiga tahun. Yang disebut pulak oleh Ma Huan adalah semacam belati lurus atau berkelok-kelok. Jelas ayang dimaksud adalah keris.

Kata Ma Huan dalam laoparan itu: These daggers have very thin stripes and within flowers and made of very best steel; the handle is of gold, rhinoceros, or ivory, cut into the shapeof human or devil faces and finished carefully.

Laporan ini membuktikan bahwa pada zaman itu telah dikenal teknik pembuatan senjata tikam dengan hiasan pamor dengan gambaran garis-garis amat tipis serta bunga-bunga keputihan. Senjata ini dibuat dengan baja berkualitas prima. Pegangannya, atau hulunya, terbuat dari emas, cula badak, atau gading.

Tak pelak lagi, tentunya yang dimaksudkan Ma Huan dalam laporannya adalah keris yang kita kenal sekarang ini. Gambar timbul mengenai cara pembuatan keris, dapat disaksikan di Candi Sukuh, di lereng Gunung Lawu, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada candra sengkala memet di candi itu, terbaca angka tahun 1316 Saka atau 1439 Masehi.




misteri masa berulang atau waktu berputar kembali·

 Alam ini penuh dengan perkara-perkara yang ajaib. Walaupun di zaman teknologi yang pesat membangun, namun fenomena 'Masa berulang' ataupun 'Waktu berputar kembali' sukar untuk dijelaskan. Secara teori misteri Waktu Berputar Kembali diertikan sebagai waktu yang telah berlalu berulang kembali. Kembali ke masa lampau bukannya sesuatu yang mustahil, walaupun tiada orang mengalaminya secara sengaja setakat ini. Menurut teori Albert Einstein, waktu dan ruang dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya. Jadi, seandainya suatu benda bergerak dengan kecepatan 300,000 km/saat ataupun atau 186,000 batu sesaat, maka ruang dapat dipendakkkan, dan waktu dapat diperlambatkan.

Ada sebuah kisah... Pada awal tahun 1994, sebuah pesawat penumpang Itali melintasi ruang udara pantai Afrika. Dengan tiba-tiba sahaja pesawat tersebut hilang dari radar di menara kawalan. Ketika semua petugas di lapangan terbang tersebut cemas kerana menyangka pesawat itu telah terhempas, pesawat tersebut muncul kembali di ruang udara, dan radar dapat mengesan kembali koordinat pesawat tersebut. Pesawat itu mendarat dengan selamat tanpa sebarang masalah. Namun, kru kapal dan 315 penumpangnya sama sekali tidak tahu bahawa mereka pernah “hilang".

Perkara itu diberitahu oleh patugas di menara kawalan kepada kapten kapal terbang. Dengan kehairanan dan rasa tidak percaya, kapten pesawat berkata : “Pesawat kami tidak pernah mengalami sebarang masalah dari Manila, dan tidak ada kejadian yang pelik-pelik pun berlaku. Mana mungkin kami semua 'hilang'?". Tetapi yang menjadi misteri dan membuatkan mereka semua percaya mereka semua telah 'hilang' ialah ketika mereka semua melihat jam masing-masing. Semuanya terlambat 20 minit.

Meskipun jarang tapi ada kejadian yang serupa.. Menurut catatan, pada 1970, pernah juga terjadi kejadian mirip kejadian di atas. Ketika itu, sebuah pesawat penumpang jet 727 yang sedang melakukan penerbangan, juga telah 'hilang' selama 10 minit dalam perjalanannya ke lapangan terbang Miami, AS. 10 minit kemudian, pesawat tersebut muncul kembali di tempat yang sama dimana ia dilaporkan 'hilang'. Pesawat tersebut tiba dengan selamat. Seluruh penumpang pesawat tersebut tidak percaya apa yang telah terjadi, sehinggalah mereka sedar bahawa jam mereka masing-masing terlambat 10 minit.

Menurut para ahli saintis satu-satunya penjelasan tentang fenomena ini adalah : “dalam sesaat 'kehilangan' itu, waktu 'berhenti' tidak bergerak, atau dengan kata lain waktu berputar kembali."

Duit moden ditemui dalam kuil purba.

Sewaktu pesawat penumpang Italia mengalami fenomena masa yang aneh ini pada tahun yang sama, dilaporkan bahawa fenomena tersebut telah berlaku di Mesir. Sekeping duit syiling perak dari zaman lebih baru yang belum di edarkan ketika 4000 tahun yang lalu, terpendam di dasar sebuah Kuil Dewa Matahari. Ketika itu, sebuah pasukan arkeologi dari Perancis, tiba di daerah penempatan pertama manusia di tepi Sungai Nil. Di situ mereka menemui sebuah Kuil Dewa Matahari yang berusia 4000. Kuil itu sungguh usang dan telah runtuh kerana dimakan usia. Yang tinggal hanyalah struktur yang paling kukuh iaitu tiang-tiangnya sahaja.

Ketika mereka menggali kawasan kuil, di bawah sebuah binaan batu kuno, mereka telah menemui sekeping duit syiling perak terkubur di bawah tanah. Yang menjadi tanda tanya ialah bukan duit perak Mesir kuno yang mereka temui, tetapi sekeping duit syiling perak Amerika. Yang lebih menghairankan lagi, itu bukan duit perak kuno Amerika, tapi sekeping duit perak zaman sekarang! Namun, yang lebih menghairankan adalah duit tersebut adalah buatan Amerika pada tahun 1997. Sedangkan cari gali tersebut dilakukan pada tahun 1994 dan duit tersebut masih belum lagi dipasarkan... Timbul dua persoalan yang membingungkan para saintis serata dunia. Pertama, bagaimana duit syiling moden Amerika boleh berada dibawah timbunan runtuhan kuil purba Mesir yang berusia 4000 tahun? Kedua, bagaimana duit tersebut yang tahun pembuatannya 1997 boleh ditemui pada tahun 1994?

Laporan Rahsia Sulit NATO (North Atlantic Treaty Organization)

Mungkin fenomena kembali ke masa lampau boleh dikatakan sebagai mustahil serta ianya hanyalah suatu kebetulan oleh sesetengah orang. Namun seorang ahli fizik telah membocorkan rahsia yang sangat sulit dari NATO. Dalam fakta yang digambarkan dalam laporan tersebut beliau menceritakan, "Dalam suatu latihan terbang dari Eropa Timur pada tahun 1982, seorang pilot NATO melihat ratusan ekor dinosaurus. Juruterbang tersebut telah melalui daratan Afrika zaman prasejarah". "Dalam suatu penerbangan yang lain, seorang juruterbang telah 'tersesat' ke zaman Perang Jerman (Perang Dunia ke-2). Pilot tentara Sekutu dan pesawat tempur Jerman melihat-nya, dan hanya dalam waktu satu minit kemudian, ia kembali ke alam nyata.

Apakah Waktu Boleh Berputar Kembali?

Secara realitinya, kecerdasan manusia masih belum cukup untuk menghalang berlalunya waktu. Secara teori, tidak mustahil untuk kita kembali ke masa lalu. Menurut teori Einstein, waktu dan ruang dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya. Jadi, seandainya suatu objek bergerak dengan kecepatan 300 ribu km/detik, maka ruang dapat di perpendekkan, dan waktu dapat diperlambatkan.

Seorang ahli fizik dari Universiti California menganggarkan bahawa manusia memerlukan 200 ribu tahun untuk sampai ke Andromeda (Galaksi yang paling hampir dengan galaksi kita). Jika kita menaiki sebuah kapal angkasa yang berkecepatan cahaya pula, masa yang diperlukan ialah 20 tahun. Tetapi adakah akan wujud kenderaan yang berkepantasan begitu nanti. Seperti kapal angkasa dalam cerita Star Trek? Yang diketahui hanyalah para malaikat serta jin yang memiliki kepantasan seperti kepantasan cahaya.

Para saintis telah menemui partikel yang lebih laju daripada cahaya. Menurut kajian, apabila sebuah kapal angkasa telah melepasi daya graviti bumi, daya tarikan medan graviti diubah menjadi daya keupayaan. Maka pada ketika itu kapal angkasa mampu bergerak menyamai kelajuan cahaya bahkan mampu bergerak dengan kecepatan cahaya ultra.

Pakar-pakar dari NASA telah membentuk “teori resonansi medan waktu". Teori ini dibentuk berdasarkan “teori medan kesatuan" Einstein dan searang ahli fizik Jerman sebagai dasar teori. Intinya adalah, dengan bantuan elastisik perkembangan bersama elektromagnet, gravitasi, kecepatan cahaya dan ruang, sesaat melintasi ruang angkasa.
Segitiga perkaitan antara masa dan ruang serta kecepatan cahaya

Sehingga kini, fenomena 'Masa berulang' tidak lagi merupakan sebuah rahsia besar yang terlalu misteri. Apa yang diperlukan untuk kita kembali ke masa silam ialah sebuah mesin yang boleh bergerak melampaui kecepatan cahaya. Mungkin juga seperti mesin dalan cerita 'The Time Machine' ataupun 'Back To The Future'. Kedengaran seperti khayalan, namun siapa yang tahu apa yang akan dicipta pada masa yang akan datang? Tiada yang mustahil di zaman ini. Sama-samalah kita renungkannya...

Selasa, 18 Disember 2012

Misteri huruf V di kota Nabi Daud

BAITULMUQADDIS - Beberapa ukiran batu berusia beribu-ribu tahun lalu dan dibongkar di sebuah tapak ekskavasi di bawah bandar ini menyebabkan ahli-ahli arkeologi keliru.
Kumpulan penggali Israel menemui beb
erapa buah bilik yang diukir di dalam batu di kawasan tertua di bandar ini baru-baru ini.

Pada masa yang sama mereka menemui tanda tiga bentuk V yang diukir sebaris di lantai sebuah bilik berkenaan. Ukiran tersebut sedalam sekitar 5 sentimeter (sm) dan panjang 50 sm.
Tiada sebarang penemuan lain yang boleh dijadikan petunjuk untuk mengetahui identiti pihak yang membuat ukiran tersebut atau tujuan ia dibuat.

Seorang pengarah ekskavasi berkenaan, Eli Shukron berkata, ahli-ahli arkeologi terbabit dengan penggalian tersebut gagal mengutarakan sebarang teori kerana kurang berpengetahuan mengenainya.
"Saya tidak pernah melihat benda seperti ini," kata Shukron.

Ukiran-ukiran V itu ditemui di kawasan penggalian dikenali sebagai Kota Nabi Daud.

Penggalian itu dibiayai sebuah kumpulan nasionalis Zionis di kawasan penduduk Palestin di Silwan, Baitulmuqaddis Timur.

Bilik-bilik berkenaan ditemui semasa prosedur ekskavasi dilakukan bagi mengukuhkan satu-satunya sumber air semula jadi di sini, mata air Gihon.

Beberapa pakar arkeologi berkata, ukiran-ukiran tersebut dibuat sekurang-kurangnya 2,800 tahun lalu dengan bentuknya mungkin dijadikan tempat pasak struktur kayu atau ia mempunyai tujuannya sendiri.

Ukiran-ukiran itu mungkin memiliki fungsi upcara keagamaan atau ia sekadar ukiran.
Lokasi ukiran-ukiran itu ditemui di Kota Nabi Daud yang merupakan kawasan ekskavasi paling kontroversi di sini.

Kota tersebut dinamakan sempena nama Nabi Daud yang dipercayai memerintah kota berkenaan 3,000 tahun dahulu.

Ia terletak di Baitulmuqaddis Timur yang dituntut pentadbiran Palestin sebagai ibu kota Palestin merdeka.

Laporan - Agensi
SEBAB-SEBAB HATI TIDAK BAHAGIA IALAH KERANA ADANYA MAZMUMMAH DIDALAM HATI.

Antara mazmummah utama yang menghilangkan bahagia di
hati ialah :

1. Pemarah – paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak terang. (sape nak dekat kalau asyik nak marah ajer..bawak2lah senyum..tentu org tak takut nak dekat punyer..)

2. Pendendam – tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada. Ora
ng seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu
orang pendendam mudah kena sakit jantung. (ini kes dendam kesumat lahh nie..)

3. Hasad dengki - amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu

4. Bakhil - sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta, kesenangan, pangkat dll. dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit. (rezeki yang diberi oleh Allah elok dikongsi bersama..-derma)

** Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi
benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana
kadangkala rezeki itu Allah beri melalui makhluk.

5. Tamak – orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air laut…walau berapa banyak yg diminum tetap tak abis jugak…lagipun org tamak selalu rugi..

** Ingat ! yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.

6. Tidak sabar - andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar. (oleh itu banyak2kanlah bersabar bila hadapi dugaan..cthnyer time keja banyak..tetap maintain vogue walau keja bertimbun atas meja..heh..heh..)

7. Ego - ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir mahupun batin. (yg nie no komen)..pasal semua org ader egonya sendiri..cuma tinggi/rendah tahap keegoan tersebut…

8. Riak - terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. –Allah marah kalau kita riak..takabbur dgn aper yg kita ada…

9. Cinta dunia - tidak dapat menderita, …dapat pun menderita kerana bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. – biler mati cuma bawa amalan dan doa anak yg soleh/solehah…

** Cinta dunia merupakan “neraka dunia” kerana dunia itu “panas” akibat ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan akhirat dibawa mati.

Ahad, 16 Disember 2012

Hubungan Kerajaan Nusantara Purba

Apabila membuat kajian bangsa, satu perkara yang perlu diingat ialah tiada sempadan negara yang merentangi Nusantara. Tiada Indonesia, tiada Brunei, tiada Filipina, tiada Singapura bahkan tiada juga Malaysia yang menjadi sempadan berkembangnya sejarah bangsa di Nusantara di zaman dahulu.
Indonesia terbentuk menerusi penjajahan Belanda, Filipina pula setelah penj
ajahan Sepanyol. Bahkan Brunei dan Malaysia tertubuh setelah penjajahan Inggeris. Keramat Naga Melayu telah ditukar menjadi garuda dan harimau. Kemudian semakin mengecil menjadi kijang, rusa bahkan penyu. Singapura terlepas dari tangan Malaysia kerana misteri sejarah terancang.

Namun nasib buruk pula terpaksa ditanggung rakyat Champa dan Patani kerana masing-masing ditakluk oleh musuh tradisi mereka sejak ratusan tahun. Champa ditakluk menerusi perang oleh Vietnam manakala Patani dijajah menerusi kertas perjanjian di antara dua kuasa penjajah, iaitu Thailand dan Inggeris. Sedangkan Acheh yang benyak jasanya kepada dunia Melayu-Islam di nusantara telah diserah oleh Belanda kepada Indonesia menerusi helah atau konspirasi terancang disebalik siri penjajahan di nusantara tersebut.

Seperti yang tersedia maklum bahawa Kerajaan Melayu pertama di nusantara ialah Champa. Raja-rajanya adalah dari keturunan raja-raja agung dari Parsi, yang telah membentuk empayar-empayar agung dunia di zaman dahulu kala. Bangsa Melayu itu sendiri adalah lahir dari keturunan raja-raja serta bangsawan empayar purba. Dari Champa, raja-raja ini kemudian membuka kerajaan-kerajan disegenap pelusuk nusantara dan akhirnya terbentuk empayar-empayar yang menguasai persempadanan dunia timur dan barat. Empayar Langkasuka, Sriwijaya, Sailendra serta Majapahit telah menjadi sebutan bangsa Eropah sehingga memabukkan mereka untuk menguasainya disebabkan kekayaan hasil bumi disamping kedudukan geografinya yang strategik.

Penghijrahan bangsa Melayu dari Champa (wangsa Mala, bangsa Gunung) membuka penempatan di kawasan utara semenanjung Tanah Melayu telah membentuk Empayar Langkasuka, pada sekitar tahun 200 Masehi (Kurun Ke-2 hingga kurun ke-14 Masehi). Pusat pentadbiran Langkasuka di antara abad ke 3 hingga abad ke 6 terletak di Kedah. Selepas abad ke 6, pusat pentadbirannya telah dipindahkan ke Patani (Patani yang dimaksudkan ialah Patani bermula 200 Masehi sehingga 1800 Masehi, yang meliputi Patani, Kelantan dan sebahagian Terengganu). Pentadbiran Langkasuka-Timur terletak di Cahaya/Jaya, di utara Semenanjung Tanah Melayu (Segenting Kra).

Di Palembang pula, masyarakat Melayu Champa (Melayu-Deutro) telah berhijrah ke sana serta berlaku asimilasi dengan Melayu Palembang (Melayu-Proto), telah berkembang biak sehingga membentuk Empayar Sriwijaya pada sekitar tahun 700 Masehi.

Melayu-Deutro dari Champa juga telah berasimilasi dengan Melayu- Proto di Pulau Jawa yang mewujudkan Empayar Sailendra pada sekitar tahun 800 Masehi dan Empayar Majapahit pada tahun 1293 Masehi.
Pada tahun 750 Masehi, Kerajaan Sriwijaya di bawah pemerintahan Raja Jaya Wangsa (Raja Rudra Vikrama, 728 - 775), bercadang meluaskan empayarnya kerana ketika itu Pelabuhan Kataha (Kedah) sangat maju. Dalam tahun yang sama juga, Kerajaan Sriwijaya telah menyerang dan mengalahkan Empayar Langkasuka di Kedah.
Raja Sriwijaya, Raja Jaya Wangsa kemudiannya mengahwinkan putera baginda dengan puteri Raja Kedah. Pada ketika itu, Kedah dibawah pemerintahan Raja Mahawangsa. Melalui perkahwinan tersebut lahirlah putera-putera yang diberi gelaran Seri Wangsa. Putera sulung ditabalkan menjadi Raja Langkasuka-Kedah, manakala putera kedua ditabal sebagai Raja Langkasuka-Timur (Patani).
Kerajaan Sriwijaya telah menetapkan bahawa taraf Raja Patani adalah lebih tinggi daripada Raja Ligor, Raja Singgora dan Raja Cahaya. Patani adalah wakil kepada pemerintahan Empayar Sriwijaya yang berpusat di Palembang.
Pusat pentadbiran Langkasuka telah dipindahkan oleh Raja Sriwijaya ke Cahaya. Pada waktu itu nama Patani masih belum muncul. Pelabuhan Patani menjadi lebih maju berbanding Kedah. Dengan itu Kerajaan Sriwijaya tidak lagi mengambil berat tentang kemajuan Kedah. Bagaimana pun pelabuhan Kedah masih lagi menjadi tumpuan pedagang dari India dan Parsi sehinggalah pelabuhan tersebut dihancurkan oleh Kerajaan Chola dari India pada tahun 1025 Masehi. (Nota: Kerajaan Chola dari India hanya menyerang Kedah sahaja, bukannya menghancurkan kerajaan Sriwijaya. Hanya prasasti di India sahaja yang mendakwa serangan Chola terhadap Sriwijaya. Sedangkan bukti-bukti lain menyokong bahawa Kerajaan Sriwijaya masih maju dan mengawal perairan Selat Melaka dan Laut Champa/Laut China Selatan).
Pada tahun 775 Masehi, Empayar Sriwijaya menyerang pula negeri Ligor lalu menjadikannya negeri jajahannya. Raja Sriwijaya telah melantik seorang wakilnya untuk memerintah Ligor.
Raja Seri Wangsa di Patani pula memperolehi dua orang putera dan dua puteri. Putera sulung, Raja Antira Wangsa ditabal sebagai Raja Patani yang keturunan raja-raja negeri Patani sehinggalah raja terakhir Dinasti Seri Wangsa, Raja Kuning (Raja Patani, 1635 – 1688). Putera kedua bernama Raja Chandra Wangsa ditabal menjadi Raja Ligor.
Pada tahun 800 Masehi, berlaku peperangan antara negeri Jaya (Cahaya/Chaiya) dengan Negeri Cempaka Pura (Champa). Raja Patani telah menghulurkan bantuan kepada negeri Cahaya dan berjaya mengalahkan Champa. Hubungan persaudaraan negeri Cahaya dan Champa dipulihkan melalui perkahwinan putera Raja Champa dengan puteri Raja Cahaya.
Setelah 500 tahun Sriwijaya menguasai Langkasuka, pada tahun 1250 Masehi, telah berlaku perselisihan faham antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Sailendra di Pulau Jawa. Ekoran dari itu tercetus perang antara kedua belah pihak, di mana raja-raja dari Kerajaan Sriwijaya di Semenanjung Tanah Melayu telah memberi sokongan ketenteraan kepada Kerajaan Sriwijaya di Palembang.

isebabkan kekuatan tentera kedua belah pihak adalah seimbang, tiada pihak yang kalah atau menang dalam peperangan tersebut. Lalu Kerajaan Sriwijaya membuka rundingan perdamaian dan kata sepakat pun telah dicapai. Langkasuka Timur (Patani) telah dibuka oleh Sriwijaya kepada Sailendra untuk melakukan kegiatan perniagaan. Pada tahun 775 Masehi, kerajaan Sriwijaya telah bertukar tampuk kuasa kepada Kerajaan Sailendra yang mana Empayar Sriwijaya diperintah oleh raja-raja dari Wangsa Sailendra. Pertukaran tampuk kepimpinan ini tidak menimbulkan masalah kerana Sriwijaya dan Sailendra mempunyai hubungan kekeluargaan yang masih rapat. Semenjak itu Raja Sailendra, Sri Maharaja (775 - 778) memerintah dua kerajaan sekaligus.

Semenjak itu wujudlah pertukaran dan perkongsian budaya antara Kelantan dan Jawa. Disebabkan berlaku proses asimilasi, maka sebahagian penduduk Patani-Kelantan telah bertutur dengan dielek campuran Melayu-Jawa.
Semasa abad ke 11, Patani telah pun menerima agama Islam secara meluas. Keadaan ini telah menyebabkan penduduk Ligor dan Cahaya tidak berpuas hati dengan raja-raja berketurunan Sriwijaya. Ini ditambah pula perasaan marah mereka kepada orang-orang Jawa yang tinggal di Patani (Kelantan) kerana sikap mereka yang kasar. Lalu pada tahun 1295, rakyat kedua negeri tersebut bangkit memberontak dan bekerjasama dengan Kerajaan Siam Ayuthia menghalau raja-raja berketurunan Sriwijaya di Ligor dan Cahaya ke Patani. Peperangan tersebut adalah peperangan Melayu-Buddha menentang Melayu-Islam di Patani. Raja Cahaya kemudian berundur ke Bukit Panau, Tanah Merah (di Kelantan sekarang) dan menubuhkan Empayar Chermin Jeddah - Langkasuka. Raja Cahaya terakhir juga Raja Chermin Jeddah - Langkasuka pertama ialah Raja Sakranta atau Raja Zainuddin (setengah pendapat menyebutnya Raja Aminuddin). Raja Ligor dan Raja Cahaya kemudiannya menubuhkan negara Tambralingga.
Setelah runtuhnya Kerajaan Sailendra pada abad ke-9 dan diikuti oleh Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-14, Empayar Chermin Jeddah-Langkasuka masih lagi mempunyai hubungan persaudaraan dan akrab dengan Empayar Majapahit yang muncul pada tahun 1293 Masehi. Raja-raja serta rakyat kedua-dua kerajaan berasimilasi serta bekerjasama sehingga terbentuk pula Empayar Chermin Jeddah-Majapahit II setelah runtuhnya Empayar Langkasuka pada abad ke-14. Bagaimana pun amanah daripada Raja Sriwijaya pada tahun 750 Masehi masih lagi dijaga dengan Raja Patani masih lagi menaungi negeri di bawah takluknya.
Pertalian hubungan raja-raja di nusantara ini bermula dari Champa... Aji Saka. Lagenda Jawa tentang Aji Saka serta Medan Kemulan yang terdapat di negeri Kelantan adalah kunci kepada hubungan antara Melayu di seluruh pelusuk Nusantara....

Jumaat, 14 Disember 2012

Salasilah Wali Songo

Adalah sangat sukar memastikan kesahihan tentang salasilah 9 Wali Songo, banyak kisah benar yang telah ditokok tambah menjadikannya ia sebuah lagenda atau cerita rakyat, yang lama kelamaan akan hilang keaslian kisah ke
walian mereka. Begitu juga dalam meneliti salasilah serta asal usul keturunan mereka.
Terdapat banyak versi bagi setiap individu bagi sembilan waliyullah tersebut.

Terdapat beberapa faktor kenapa keadaan sejarah Wali Songo menjadi keliru. Antara puncanya ialah, agenda penipuan maklumat oleh penulis Inggeris seperti Stamford Raffles, penulis-penulis Belanda yang berfahaman zionis seperti Barros, Tom Pirres, Hendrik De Lame dan ramai lagi telah memutar belit sejarah supaya generasi terkemudian tidak lagi mengenal sejarah kedatangan Islam ke Nusantara, persaudaraan Islam tanpa sempadan dan yang paling dahsyat ialah memupuk semangat kebangsaan mengikut acuan negara masing-masing di Nusantara. Tujuannya ialah supaya umat Islam di Nusantara tidak akan bersatu dan terus bertelingkah sesama sendiri.

Selain itu terdapat juga ekstrimis kesukuan yang taksub dengan Sabdo Palun yang sengaja mereka-reka cerita dengan bertujuan yang tidak baik terhadap Wali Songo. Mereka tidak dapat menerima pemimpin atau orang yang lebih terserlah dari kaum mereka. Dengan itu dikatakan bahawa sebahagian Wali Songo adalah dari keturunan pemimpin mereka secara langsung. Inilah yang menyebabkan berlaku kecelaruan data salasilah serta sejarah Wali Songo.

Peranan ke 9 Wali Songo di Nusantara dalam menyebar agama Islam adalah terlalu besar. Ketokohan serta pengorbanan mereka juga wajar dicontohi dan diteladani oleh generasi akan datang.


1- Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim merupakan putera sulung Sayyid Hussein Jamadil Kubro dengan Puteri Linang Cahaya, puteri Raja Chermin (Raja Kelantan/Patani). Dilahirkan di Champa pada tahun 1350 dan meninggal dunia pada tahun 1419 dalam usia 69 tahun.
Dibesarkan serta mendapat didikan agama di Kerisek, Patani oleh saudara sebelah ayahanda beliau sebelum pulang semula ke Champa dan berdakwah di sana.

Pada tahun 1397, beliau bersama rombongan Raja Chermin, Sultan Iskandar Syah dan anakanda baginda, Sultan Saddiq Maulana telah ke Majapahit untuk memperbetulkan amalan Hayam Wuruk yang dikatakan mencampur ajaran Hindu-Shiva walaupun telah memeluk agama Islam.

2- Sunan Ampel

Nama sebenarnya ialah Maulana Ahmad Rahmatullah Bin Sayyid Ibrahim al-Akbar Bin Sayyid Hussein Jamadil Kubro. Dilahirkan di Champa pada tahun 1377 dan meninggal dunia pada tahun 1533 dalam usia yang sangat tua, iaitu 156 tahun.
Beliau dibesarkan di Champa serta mendapat didikan agama daripada datuk dan ayahnya sendiri sebelum dihantar belajar di Patani.

Pada tahun 1397, dalam usia 20 tahun, Sunan Ampel telah mengikuti rombongan datuknya, Sayyid Hussein Jamadil Kubro ke Sulawesi. Ikut serta dalam rombongan tersebut ialah ayahnya, Ibrahim Asmarakandi (Ibrahim Asmaro) dan Maulana Ishaq. Bagaimana pun Sunan Ampel meneruskan perjalanannya ke Pulau Jawa dan menuju ke Ampel Denta serta berdakwah di sana. Beliau sering berhubung dengan bapa saudaranya, Sunan Gresik atas urusan dakwah. Setelah Sunan Gresik meninggal dunia pada tahun 1419, Ibrahim Asmarakandi dan Maulana Ishaq telah diminta oleh Sayyid Hussein Jamadil Kubro supaya ke Tanah Jawa meneruskan misi dakwah Sunan Gresik serta membantu Sunan Ampel menyebarkan Islam.

3- Sunan Giri

Muhammad Ainul Yaqin bin Makhdum Ishaq juga lebih dikenali sebagai Raden Paku. Beliau dilahirkan di Blambangan pada tahun 1442 dan meninggal dunia pada tahun 1506 dalam usia 64 tahun.
Beliau mendapat didikan agama di pesantren (pondok) Sunan Ampel, yang juga bapa saudaranya. Setelah tamat belajar, beliau telah membuka pesantren di Desa Sidomukti sebuah perkampungan berbukit bukau. Bukit di dalam bahasa Jawa adalah giri, dengan itu beliau digelar sebagai Sunan Giri selain Prabu Satmata.

4- Sunan Bonang

Maulana Makhdum Ibrahim bin Maulana Ahmad Rahmatullah dilahirkan pada tahun 1450 dan meninggal dunia pada tahun 1525 dalam usia 65 tahun. Mendapat didikan agama di pesantren ayahnya, Sunan Ampel di Ampel Denta. Beliau kemudiannya membuka pesantren di Lasem, Jawa Tengah disebuah tempat yang dikenali sebagai Bonang. Beliau telah dilantik sebagai mufti serta panglima pertama Kesultanan Demak.

5- Sunan Kalijaga

Nama sebenarnya ialah Raden Said bin Raden Sahur dilahirkan dalam tahun 1450. Bapanya ialah pemerintah (Adipati) Tuban yang juga dikenali sebagai Arya Wilatika. Usianya dikatakan lebih 100 tahun dan masih lagi hidup semasa kelahiran Kerajaan Pajang pada tahun 1546 seta masih aktif merancang pembinaan tamaddun Islam ketika itu.

Sahabat serta rakan sepejuangan beliau yang paling rapat ialah Sunan Bonang dan Sunan Gunung Jati. Beliau berdakwah menggunakan kaedah seni tempatan yang diterap nilai Islam bagi menarik perhatian penduduk supaya memeluk agama Islam. Setelah Islam telah difahami sedikit demi sedikit seni dan adat kebiasaan yang bertentangan dengan Islam telah dihapuskan beliau.

6- Sunan Gunung Jati

Syarif Hidayatullah bin Wan Abdullah Umdatuddin dilahirkan pada tahun 1450 dan meninggal dunia pada tahun 1568 dalam usia 118 tahun. Beliau banyak mengembara ke luar negeri untuk menuntuk ilmu agama. Semasa usianya belasan tahun, belai telah dihantar oleh bapanya ke Patani untuk mempelajari pelbagai cabang ilmu.
Kisah Sunan Gunung Jati banyak diputar belit bagi menghapuskan identity sebenar beliau. Ini kerana darah bapa beliau yang masih pekat dan dekat dengan asal usul Wali Songo. Kedua-dua belah pihak ayah dan ibunya memiliki darah Kesultanan, jadi tidak hairanlah beliau adalah satu-satunya anggota Wali Songo yang berdakwah menerusi sistem pemerintahan Kesultanan di Cirebon atau dikenali sebagai Kesultanan Pakungwati.

7- Sunan Drajat

Raden Qosim bin Maulana Ahmad Rahmatullah adalah putera Sunan Ampel yang juga adik kepada Sunan Bonang. Beliau dilahirkan pada tahun 1470 dan tahun beliau meninggal serta umurnya tidak diketahui dengan jelas.

Beliau belajar agama di pesantren Sunan Ampel. Sebelum membuka pesanteran di Desa Drajat, beliau terlebih dahulu berdakwah di Gresik dan Lamongan.

8- Sunan Kudus

Nama aslinya Jaafar Shoddiq bin Utsman Haji. Tiada catatan jelas tahun kelahiran beliau tetapi dikatakan meninggal dunia dalam tahun 1550.

Beliau banayk mempelajari ilmu agama dengan Sunan Kalijaga serta meneruskan kaedah yang sama untuk berdakwah. Bapanya Utsman Haji (Sunan Ngudung) adalah Panglima Perang Kesultanan Demak. Setelah bapanya meninggal dunia, Sunan Kudus pula telah dilantik Kesultanan Demak sebagai Panglima Perang.

9- Sunan Muria

Raden Prawoto bin Raden Said adalah putera Sunan Kalijaga. Bagaimana pun tiada catatan jelas tentang tarikh kelahiran serta umur beliau.

Belajar ilmu agama dengan ayahnya, Sunan Kalijaga serta banyak meniru cara ayahnya berdakwah. Belaiu lebih suka tinggal di desa terpencil untuk berdakwah. Beliau mudah bergaul dengan masyarakat, mengajar bercucuk tanam, berniaga dan menangkap ikan. Selain itu beliau juga sering dirujuk oleh Kesultanan Demak untuk medapatkan nasihat berkaitan pentadbiran dan masalah yang dihadapi oleh kerajaan.

Isnin, 19 November 2012

FADHILAT AYAT KURSI

Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika ayat kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya.

Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangan nya.

Rasulallah s.a.w segera memerintah kepada penulis alQuran iaitu Zaid bin Tha
bit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.

Ada terdapat sembilan puluh lima buah hadis yang menjelaskan fazilat ayat kursi. Sebabnya ayat ini disebut ayat KURSI kerana di dalam nya terdapat perkataan KURSI, ertinya tempat duduk yang megah lagi yang mempunyai martabat.

Perlu di ingat, bukan yang di maksudkan dengan KURSI ini tempat duduk tuhan, tetapi adalah KURSI itu syiar atas kebesaran Tuhan.

Khasiat Ayat Kursi:

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur dan musafir, insyaallah akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja (pemerintah) yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dann keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.

Terdapat keterangan dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah s.w.t.

Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah s.a.w.

Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah tuhan mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.

Sesiapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, Tuhan akan mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya ketika hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, dan sesiapa yang membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya.

Syeikh alBuni menerangkan: Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), maka insyaallah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.

Barang siapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi.

Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk kerumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.

Syeikh Buni menerangkan: sesiapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.

Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahawa; sesiapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia. (dari kitab Khawasul Qur’an)-di petik dari fb dato hj fadhilah kamsah